Sabtu, 29 Agustus 2015

Kisah sapi dan keledai



Kisah sapi dan keledai

seorang pedagang yang makmur dan kaya-raya, yang hidup di pedalaman dan bekerja di ladang. Dia memiliki banyak unta dan ternak serta mempekerjakan banyak orang orang, dan dia mempunyai seorang isteri dan anak-anak yang telah dewasa maupun yang masih kecil. Pedagang ini mendapat pengetahuan tentang bahasa binatang, dengan syarat bahwa jika dia mengungkapkan rahasianya kepada seseorang, dia akan mati; karena itu, meskipun dia mengetahui bahasa segala jenis binatang, dia tidak mengatakannya kepada siapa pun, karena takut dia akan mati. Suatu hari, ketika ia sedang duduk, dengan isteri disampingnya, dan anak-anaknya bermain di hadapannya, dia memandang pada seekor sapi dan seekor keledai yang dipeliharanya di rumah pertanian itu, diikat dekat bak-bak makanan ternak, dan mendengar sapi itu berbicara kepada keledai, "Kawanku yang selalu waspada, kuharap engkau menikmati kenyamanan dan pelayanan yang engkau dapatkan. Tanahmu disapu dan diairi, dan mereka melayanimu, memberimu makanan dari biji-bijian yang telah diayak, dan menawarkan kepadamu air yang jernih dan sejuk untuk diminum. Aku, sebaliknya, dibawa keluar yang di tengah malam untuk membajak. Mereka memasangkan pada leherku sesuatu yang mereka namakan kuk dan luku, mendorongku sepanjang hari di bawah deraan cambuk untuk membajak ladang, dan menghelaku melebihi kekuatanku sampai pinggangku koyak, dan leherku mengelupas. Mereka mempekerjakanku dari hari ke hari, membawaku kembali pada waktu gelap, menawarkan kepadaku buncis yang terbalut lumpur dan rumput kering yang bercampur dedak, dan membiarkan diriku melewatkan malam di tempat yang penuh air kencing dan kotoran. Sementara itu engkau beristirahatdi atas tanah yang tersapu bersih, telah diberi air dan dihaluskan, dengan kotak makanan yang bersih dan penuh rumput kering. Engkau tinggal dalam kenyamanan, kecuali sekali-sekali majikanmu sang pedagang menunggangimu sebentar lalu kembali. Engkau enak-enak, sementara aku keletihan; engkau tidur, sementara aku terjaga."